1. Home
  2. Pengembangan Karier
  3. Ketahui Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill Untuk Tingkatkan Kualitas Diri

Ketahui Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill Untuk Tingkatkan Kualitas Diri

Pengembangan Karier

Saat ini kita sudah menghadapi tahun 2022, apakah kamu ingin meraih pekerjaan impian baru di tahun mendatang? Dalam menghadapi industri 4.0, skill yang berhubungan dengan dunia teknologi akan lebih disenangi oleh Perusahaan. Arkademi akan merangkumkan prediksi jenis soft skill dan hard skill yang akan dibutuhkan oleh perusahaan di tahun 2022.

Perbedaan Soft Skill dan Hard Skill

Untuk bisa membedakannya dengan mudah, pahami bahwa hard skill adalah segala keahlian yang bisa diukur atau dikuantifikasi menggunakan sebuah metrik.

Sedangkan soft skill adalah segala keahlian yang dinilai menggunakan subjektivitas. Seseorang bisa dikatakan memiliki keahlian kepemimpinan yang baik, namun tidak ada alat ukur yang bisa mengukur dengan pasti.

Hard Skill

Menurut Investopedia, Hardskill adalah keahlian yang dapat diasah melalui pendidikan, pengulangan, dan latihan. 

Bisa juga disebut sebagai keahlian praktis seseorang. Pada 2022 hard skill di bidang IT akan semakin dibutuhkan, seiring dengan perkembangan industri 4.0. Berikut ini adalah jenis hard skill yang dibutuhkan oleh pekerja di tahun 2022:

1. Literasi Digital

Banyak pekerjaan yang menuntut setiap karyawan untuk melek secara digital. Sebab banyak kegiatan pemasaran, komunikasi, dan operasional Perusahaan yang dilakukan secara digital. Profesi Digital Marketing akan makin banyak ditemukan di setiap Perusahaan. Tidak perlu harus menguasai seluruh teknologi, tetapi yang penting mampu mengoperasikan tools komputer dalam menunjang pekerjaan sehari-hari.

2. Analisis Data

Hampir setiap jenis pekerjaan memerlukan skill analisis data. Mampu untuk menginterpretasikan hasil data dengan baik dan akurat. Hal ini akan melatih diri untuk mengambil keputusan strategi yang tepat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kerja.

3. Social Media Savvy

Kini hampir seluruh Perusahaan membutuhkan posisi Social Media Officer, yakni seseorang yang ahli di bidang media sosial. Pemanfaatan social media digunakan untuk media promosi atau branding dari suatu produk, jasa, maupun Perusahaan. Artinya, profesi ini akan semakin dibutuhkan di tahun 2020

4. Multimedia

Konten video adalah jenis konten yang disukai oleh viewers. Hal ini meningkatkan traffic dalam website.  Sehingga profesi videographer, motion graphics, video editor, dan design graphic tetap menjadi profesi favorit di tahun 2022. Karena hampir seluruh Perusahaan akan membutuhkan seseorang yang mempunyai skill di bidang multimedia.

Baca Juga : 8 Soft Skill yang Harus dimiliki Karyawan untuk menjadi Aset Perusahaan

Soft Skill

Soft skill merujuk kepada kemampuan seseorang yang dapat dibentuk dari kepribadian, karakter, dan kebiasaan yang dibentuk dalam jangka waktu lama. Menurut data dari  IT Resources terdapat 5 soft skills yang harus dikuasai oleh pekerja di tahun 2022, berikut adalah rangkumannya:

1. Inovasi dalam Problem-Solving

Soft skills paling dibutuhkan pada 2022 mendatang adalah kemampuan dalam memecahkan suatu masalah. Perusahaan lebih menyukai kandidat yang mampu memberikan strategi dalam memecahkan suatu masalah. Saat interview kerja, coba gambarkan pengalaman dan cara kamu memecahkan suatu masalah dengan cara yang inovatif. Perusahaan cenderung lebih suka dengan karyawan yang berani dalam mengambil keputusan dan menerima tantangan.

2. Resolusi Konflik

Setiap Perusahaan, baik besar maupun kecil pastinya akan selalu diwarnai oleh berbagai macam konflik. Ketika konflik itu muncul, Perusahaan ingin melihat cara kamu menghadapi dan memberikan solusi terhadap konflik yang sedang dihadapi oleh Kamu dan Tim Kerja. Apakah kamu cenderung menyalahkan orang lain atau mampu fokus  memberikan solusi yang efektif dan strategis.

3. Kecerdasan Emosi yang Tinggi

Jika seseorang mempunyai kecerdasan emosi (EQ) yang tinggi, maka dapat memahami, bereaksi, dan merespon kondisi dengan baik. Sangat penting untuk menjaga emosi kamu dengan stabil saat bekerja dalam tim, karena hal ini dengan mudah akan mempengaruhi orang-orang di sekitar kamu. Perusahaan akan mencari mereka yang memiliki keterampilan EQ tinggi. Hal ini akan terlihat saat karyawan membuat keputusan bisnis atau menerima kritik yang membangun. Selain itu, banyak penelitian menunjukkan EQ yang tinggi berkorelasi langsung dengan kepuasan kerja.

4. Etika Kerja yang Positif

Seperti penjelasan sebelumnya, emosi dapat dengan mudah mempengaruhi rekan kerja kamu, karena energi sifatnya menular. Dengan membawa energi positif ke situasi sulit, kamu pasti dapat bertumbuh di lingkungan kerja manapun. Perusahaan membutuhkan seorang karyawan yang mampu mewujudkan etos kerja positif. Kamu akan memiliki nilai plus, ketika mampu menunjukan dedikasi pada pekerjaan, bahkan selama masa-masa sulit. Serta menunjukkan bahwa kamu bertanggung jawab, dapat diandalkan, produktif, dan kolaboratif.

5. Mampu beradaptasi

Demi mencapai dan mempertahankan kesuksesan, seseorang harus mampu beradaptasi. Hal ini berlaku dalam situasi apa pun, baik bisnis maupun individu. Karyawan harus mampu beradaptasi dengan perubahan memiliki motivasi tinggi, dan tidak mudah putus asa. Bagi karyawan yang mampu beradaptasi dengan cepat, maka akan menjadi yang terdepan, dan memberikan dampak positif bagi kemajuan Perusahaan.

Baca Juga : 5 Cara Praktis Untuk Tingkatkan Skill Public Speaking

Contoh Soft Skill dan Hard Skill

Arkawan, yuk ketahui lebih dalam perbedaan hard skill dan soft skill dengan membaca artikel ini hingga selesai.

Contoh Soft Skill

Jika kita mengacu pada Universitas Deakin, berikut kategori yang termasuk soft skill: 

  • Komunikasi, 
  • Kepemimpinan, 
  • Kemampuan berpikir kritis, 
  • Mampu berinovasi
  • Memiliki keahlian mempersuasi orang.

Contoh Hard Skill

Berikut beberapa contoh hard skill yang biasa kita temukan dalam dunia kerja: 

  • graphic design, 
  • UI designer, 
  • UX researcher, 
  • Bahasa pemrograman, 
  • Project management, 
  • Sales
  • Artificial intelligence. 

Penting Mana Antara Soft Skill dan Hard Skill

Tidak tepat jika kita kemudian memilih suatu keahlian lebih unggul dibanding yang lainnya, di dunia kerja perbedaan hard skill dan soft skill memang sangat mudah ditemui namun bukan untuk diadu. 

Seorang karyawan atau individu yang mampu mengimbangi skill ini akan lebih menarik untuk diajak bekerjasama, selain memiliki keahlian dalam pekerjaannya juga bisa diseimbangi dengan keahliannya dalam bekerja sama dalam tim maupun jika dibutuhkan menjadi seorang pemimpin.

Semoga artikel ini dapat membantu dan memotivasi Arkawan dalam meraih pekerjaan impian di tahun 2022 ya! Jika saat ini kamu sedang mencari pelatihan untuk mengasah soft skill, pastikan kamu melihat materi dari kelas Sukses Berkarir dengan Public Speaking.
Bisa diakses melalui website maupun aplikasi, unduh di Google Play Store dan dapatkan 20.000 Arkademi Koin untuk pengguna baru.

Rekomendasi