Analytical Thinking: Skill yang Paling Dibutuhkan di Dunia Kerja!

analytical thinking adalah
Pengembangan Diri

Kemampuan analytical thinking menjadi salah satu softskill yang paling dibutuhkan di dunia kerja. Apalagi jika kamu ingin merintis karier ke level manager maupun supervisor. Bagaimana tidak, analytical thinking adalah kunci keberhasilan yang tak terbantahkan.

Dengan mengasah kemampuan analytical thinking, kamu bisa menganalisa dan mengidentifikasi masalah-masalah yang menghambat performa bisnis. Sehingga kamu juga akan lebih mudah dalam menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah bisnis.

Namun, tahukah kamu apa itu analytical thinking? Artikel ini akan membahas tentang analytical thinking dan mengapa ini merupakan aset yang sangat penting dalam karier.

Apa itu Analytical Thinking?

Analytical thinking adalah

Analytical thinking adalah kemampuan untuk menganalisis informasi secara sistematis, mengurai masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, dan kemudian mengevaluasi setiap bagian untuk memahami bagaimana mereka saling terkait. 

Ini melibatkan kemampuan untuk mengumpulkan data, menganalisis pola atau tren, serta memahami sebab akibat dari suatu situasi atau masalah.

Dalam analytical thinking, seseorang tidak hanya melihat apa yang terjadi di permukaan, tetapi juga mencari pemahaman yang lebih dalam mengenai mengapa suatu hal terjadi. 

Analytical thinking adalah skill menghubungkan informasi yang ada, menarik kesimpulan yang rasional, dan menggunakan logika serta pemikiran kritis untuk memecahkan masalah atau membuat keputusan yang tepat. 

Analytical thinking memungkinkan seseorang untuk melihat situasi dari berbagai sudut pandang dan membuat strategi yang lebih baik dalam menyelesaikan masalah.

Manfaat Analytical Thinking

Analytical thinking membawa sejumlah manfaat penting dalam berbagai aspek kehidupan, terutama di lingkungan kerja. Beberapa manfaat utamanya yaitu:

1. Kemampuan Problem Solving

Analytical thinking memungkinkan seseorang memiliki kemampuan problem solving, mengurai masalah kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Ini membantu dalam mengidentifikasi akar permasalahan dan menemukan solusi yang efektif.

2. Pengambilan Keputusan yang Terinformasi

Individu yang memiliki keterampilan analytical thinking mampu mengumpulkan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi dengan lebih baik. Hal ini memungkinkan mereka membuat keputusan yang lebih terinformasi dan tepat.

3. Perencanaan Strategis yang Lebih Matang

Analytical thinking membantu dalam merencanakan langkah-langkah yang lebih matang dan efisien. Kemampuan ini sangat berguna dalam menghadapi perubahan atau tantangan di lingkungan bisnis yang dinamis.

4. Kemampuan Adaptasi yang Cepat

Individu yang memiliki kemampuan analytical thinking cenderung lebih cepat dalam menyesuaikan diri dengan situasi baru. Mereka dapat dengan cepat menganalisis situasi yang berubah dan menemukan solusi yang sesuai.

5. Peningkatan Produktivitas

Dengan keterampilan analytical thinking, seseorang dapat memecahkan masalah dengan lebih cepat dan efisien. Hal ini meningkatkan produktivitas di tempat kerja dan memungkinkan penyelesaian tugas-tugas dengan lebih baik.

Manfaat-manfaat ini membuat analytical thinking menjadi keterampilan yang sangat dicari di dunia kerja, membantu individu untuk menjadi lebih efektif, efisien, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan.

Baca juga: 5 Metode Problem Solving dan Tips Menghadapi Tantangannya!

Contoh Analytical Thinking

Masih bingung menggambarkan konsep analytical thinking di kehidupan sehari-hari? Jangan khawatir! Berikut ini adalah 5 contoh analytical thinking yang bisa kamu temukan di kehidupan sehari-hari:

1. Pemecahan Masalah di Tempat Kerja

Seorang manajer proyek menggunakan analytical thinking untuk menghadapi kendala yang timbul selama proyek. Dengan menganalisis penyebab masalah, mengidentifikasi langkah-langkah yang perlu diambil, dan mengevaluasi solusi yang potensial, mereka berhasil menemukan solusi yang efektif untuk menyelesaikan masalah proyek.

2. Perencanaan Keuangan Pribadi

Seseorang menggunakan analytical thinking dalam perencanaan keuangan pribadinya. Mereka menganalisis pengeluaran, membandingkan dengan pendapatan, mengidentifikasi area penghematan potensial, dan merencanakan strategi keuangan yang lebih baik untuk mencapai tujuan finansial mereka.

3. Pengambilan Keputusan dalam Investasi

Seorang investor menggunakan analytical thinking untuk memilih investasi yang tepat. Mereka menganalisis kinerja pasar, melakukan penelitian mendalam tentang perusahaan atau produk investasi, dan mempertimbangkan risiko serta potensi keuntungan sebelum membuat keputusan investasi.

4. Analisis Data Kesehatan

Seorang dokter menggunakan analytical thinking dalam menganalisis data pasien untuk mendiagnosis kondisi kesehatan. Dengan menganalisis gejala, hasil tes, dan riwayat medis, mereka mampu membuat diagnosis yang tepat dan merumuskan rencana pengobatan yang efektif.

5. Pemecahan Masalah dalam Kehidupan Sehari-hari

Seseorang menggunakan analytical thinking untuk menyelesaikan masalah rumah tangga atau kehidupan sehari-hari. Dengan mengurai masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, menganalisis opsi yang tersedia, dan mempertimbangkan konsekuensi dari setiap langkah, mereka dapat menemukan solusi yang efektif untuk masalah yang dihadapi.

Baca juga: 6 Cara Berpikir Kritis Dalam Dunia Kerja Supaya Karir Makin Sukses

Cara Mengasah Skill Analytical Thinking

Setelah mengetahui seperti apa contoh-contoh analytical thinking, sekarang Arkawan juga perlu mengetahui cara mengasal skill analytical thinking, di antaranya:

1. Latihan Pemecahan Masalah

Berlatih memecahkan masalah secara terstruktur dapat membantu meningkatkan kemampuan analitis. Mulailah dengan masalah sederhana dan lanjutkan ke masalah yang lebih kompleks. Identifikasi langkah-langkah untuk menguraikan masalah dan mencari solusi yang masuk akal.

2. Menggunakan Alat Bantu Analitis

Manfaatkan alat seperti diagram, tabel, atau grafik untuk menyusun informasi. Hal ini membantu dalam mengorganisir data dan melihat hubungan antara informasi yang berbeda.

3. Mengambil Tantangan yang Mengasah Otak

Melakukan teka-teki atau permainan logika membantu melatih otak untuk berpikir secara analitis. Hal ini memungkinkanmu untuk melatih kemampuan analitis secara menyenangkan dan santai.

4. Menganalisis Informasi

Latih dirimu untuk menganalisis informasi dari berbagai sumber. Evaluasi kebenaran, relevansi, dan kehandalan informasi yang kamu terima. Ini membantu dalam memperkuat kemampuan untuk membedakan informasi yang penting dari yang tidak penting.

5. Berlatih Kritis Terhadap Sudut Pandang Sendiri

Mencoba melihat situasi dari sudut pandang yang berbeda membantu dalam melatih kemampuan analitis. Tantang pemikiranmu sendiri dan coba lihat masalah dari perspektif orang lain.

6. Membaca dan Menulis Secara Kritis

Membaca materi yang informatif dan mempertanyakan konten yang disajikan membantu dalam melatih kepekaan analitis. Tulis ulasan atau analisis atas materi yang kamu baca untuk melatih keterampilan menganalisis secara lebih mendalam.

7. Berpartisipasi dalam Diskusi dan Debat

Berdiskusi dengan orang lain dan terlibat dalam debat membantu dalam melatih keterampilan untuk melihat berbagai sudut pandang dan menyusun argumen yang kuat berdasarkan analisis yang baik.

8. Belajar dari Kasus Nyata

Studi kasus atau pengalaman nyata dapat menjadi latihan yang sangat baik. Evaluasi masalah yang dihadapi, analisis langkah-langkah yang diambil, dan pemikiran di balik keputusan yang dibuat.

Baca juga: 9 Cara Membuat Mind Mapping beserta Contoh hingga Toolsnya

Masih Bingung Menerapkan Analytical Thinking?

Nah, itulah berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk mengasah kemampuan analytical thinking. Dengan konsisten melakukan latihan-latihan ini, kamu dapat meningkatkan kemampuan analytical thinking dan menerapkannya untuk managemen resiko pada bisnis.

Jika kamu masih bingung untuk menerapkan dan mengasah skill analytical thinking, kamu bisa mengikuti pelatihan manajemen resiko. Melalui pelatihan ini, kamu akan belajar praktik terbaik dalam manajemen risiko seperti jenis-jenis risiko finansial dalam bisnis fintech, identifikasi dan analisis risiko, pengukuran risiko dan mitigasi risiko.   

Selain itu, kursus ini juga akan membawamu untuk berpikir analitis, kritis, kemampuan pemecahan masalah yang efektif, dan masih banyak lainnya. Tunggu apalagi, daftar sekarang!