1. Beranda
  2. Pengembangan Diri
  3. Tips Cara Membuat Portofolio untuk Jurnalis

Tips Cara Membuat Portofolio untuk Jurnalis

Portofolio Jurnalis dan Cara membuatnya
Pengembangan Diri

Curriculum Vitae atau CV merupakan dokumen utama dan paling penting yang harus dicantumkan saat melamar pekerjaan. Namun, terdapat satu dokumen lain yang cukup penting untuk perkembangan karir, yaitu portofolio.

Portofolio akan membantu kamu untuk menonjolkan hasil karya yang pernah kamu buat, prestasi, serta kemampuan yang kamu miliki.

Sebagai jurnalis, banyak sekali karya yang dapat kamu cantumkan dalam portofolio. Dalam portofolio kamu dapat mencantumkan mengenai laporan apa saja yang telah kamu kerjakan. Lantas apa itu portofolio jurnalis dan apa isinya?

Apa Itu Portofolio Jurnalis ?

Portofolio jurnalis adalah sebuah dokumen yang menunjukkan data diri, prestasi, jenjang pendidikan, pengalaman dan seluruh hasil karya seseorang yang disusun secara sistematis. Bentuk dari portofolio sangat beragam, mulai dari lembaran fisik maupun website pribadi.

Pentingnya Portofolio untuk Jurnalis

Selain menjadi bukti dokumentasi atas pekerjaan atau karya yang telah dihasilkan, portofolio jurnalis berfungsi untuk menggambarkan kualitas diri dari seorang jurnalis dalam menyajikan suatu berita. Selain itu, portofolio juga menjadi acuan recruiter dalam menilai kemampuan yang kamu miliki apakah sesuai dengan kriteria perusahaan.

Yang harus terdapat dalam Portofolio Jurnalis

Terdapat banyak hal yang harus diperhatikan saat membuat portofolio yang baik. Adapun hal yang harus dicantumkan dalam portofolio jurnalis adalah sebagai berikut :

Deskripsi

Deskripsi merupakan bagian pertama yang akan dibaca oleh pembaca. Bagian deskripsi menjadi sebuah “impression” pembaca pada dirimu. Buatlah profil diri singkat yang menggambarkan kamu secara profesional agar meninggalkan kesan menarik bagi pembaca. Kamu dapat membuat deskripsi dengan menunjukkan profesi, pendidikan, keterampilan yang kamu tawarkan, dan prestasi yang pernah diraih.

Pekerjaan

Meskipun dalam CV kamu telah menuliskan pengalaman pekerjaan, dalam portofolio kamu harus menjelaskan secara rinci mengenai pengalaman yang kamu miliki. Dalam portofolio jurnalistik, kamu dapat memfokuskan pengalaman kerja sebagai seorang jurnalis atau profesi yang relevan. Portofolio akan menggambarkan pekerjaan yang kamu lakukan dari waktu ke waktu.

Baca Juga : 8 Pertanyaan Tentang Jurnalistik dan Cara Membuatnya

Pendidikan

Dalam kolom pendidikan, kamu dapat membaginya dalam dua kategori. Kategori tersebut merupakan pendidikan formal dan non formal. Pendidikan formal didapatkan dari perguruan tinggi atau sekolah. Sedangkan pendidikan non formal berupa lembaga pelatihan, lembaga kursus, atau kelompok belajar yang pernah diikuti.

Tulisan atau Liputan yang pernah dikerjakan

Melampirkan tulisan yang pernah dikerjakan merupakan bagian dari hasil karya. Tunjukkanlah tulisan terbaik yang pernah kamu buat, seperti tulisan mengenai peristiwa besar yang terjadi. Selain itu, kamu juga dapat menunjukkan tulisan yang pernah meraih pembaca tertinggi di web atau tulisan yang muncul pada laman Google.

Kontak

Portofolio merupakan alat branding diri bagi seseorang, maka sangat penting untuk mencantumkan kontak. Kontak digunakan untuk mempermudah pembaca ataupun recruiter untuk menghubungimu. Umumnya kontak berisikan alamat email, nomor telepon, dan URL LinkedIn.

Sertifikasi

Sertifikasi umumnya didapatkan dari kegiatan pengembangan keterampilan seperti kursus ataupun program profesi. Lampirkanlah sertifikat yang relevan dengan bidang yang kamu geluti. Sertifikasi menjadi bukti bahwa kamu pernah mengikuti suatu kegiatan dan menjadi bukti pemahaman terhadap bidang tersebut.

Kursus Jurnalis di Arkademi

Arkademi merupakan platform penyedia kursus online bersertifikat yang siap membantu kamu untuk meningkatkan skill, pemahaman tentang jurnalistik, dan pengembangan dalam karier profesional. Kursus jurnalistik di Arkademi sangat cocok bagi kamu yang ingin terjun ke dalam dunia jurnalistik. Selain itu, sertifikasi yang didapatkan setelah lulus kursus dapat dicantumkan dalam portofolio jurnalistik yang kamu miliki.

Kursus jurnalistik Arkademi akan membantu kamu untuk memahami fundamental jurnalistik hingga bagaimana struktur penulisan berita yang menarik dan sesuai dengan fakta. Kursus jurnalistik ini diajarkan langsung oleh Pepih Nugraha yang merupakan seorang wartawan senior di Kompas sekaligus pendiri Kompasiana.com.

Pepih Nugraha telah memiliki pengalaman di bidang jurnalistik selama lebih dari 25 tahun. Kursus jurnalistik yang diajarkan oleh Pepih Nugraha mengacu pada okupasi Wartawan. Kursus jurnalistik ini dilakukan 100% online dan dapat diakses dimana saja dan kapan saja.

Yuk, ikuti kursus Menjadi Jurnalis Profesional bersama Pepih Nugraha sekarang juga dan bangun portofolio yang menarik!

Rekomendasi