1. Home
  2. Persiapan Kerja
  3. 14 Kesalahan yang Sering Dilakukan oleh UX Designer (Panduan UI UX)

14 Kesalahan yang Sering Dilakukan oleh UX Designer (Panduan UI UX)

Persiapan Kerja
Kesalahan yang sering terjadi di UX Design

Setiap karyawan pasti pernah melakukan kesalahan dalam bekerja. Terlebih jika kamu merupakan orang yang baru menekuni bidang UI UX.

Melakukan kesalahan saat bekerja merupakan hal yang wajar. Dari kesalahan yang kamu lakukan, kamu dapat lebih teliti dan akan memperbaiki diri untuk dapat bekerja lebih baik lagi.

Biasanya seorang UI UX Designer junior akan jarang mengetahui kesalahan UX design yang dilakukan.

Maka sangat penting untuk memperhatikan kesalahan apa saja yang mungkin dilakukan oleh UI UX Designer. Lantas apa saja kesalahan ux design yang sering terjadi dalam dunia kerja?

14 Kesalahan UI UX Design yang Sering dilakukan

Kesalahan UI UX Designer yang sering terjadi

Kesalahan UX design yang dibuat oleh UI UX designer biasanya adalah membuat design hanya berfokus pada visual tanpa memperdulikan fungsinya. Namun terdapat kesalahan-kesalahan lain yang biasanya ditemukan, antara lain sebagai berikut.

Fokus Terhadap Diri Sendiri bukan User

Kesalahan UX design yang pertama adalah designer lupa untuk membuat sebuah tampilan aplikasi atau web yang dipertunjukkan untuk orang lain, bukan dirinya sendiri.

Padahal tugas utama dari seorang UI UX designer adalah membuat produk yang memiliki visualisasi indah dan nyaman serta mudah digunakan untuk pengguna.

Maka sangat penting bagi seorang UI UX designer untuk melakukan riset dan mengetahui target pasarnya.

Fokus Terhadap Search Engine bukan User

Hal ini merupakan kesalahan UX design yang sering terjadi. Banyak UI UX designer yang hanya berfokus pada search engine untuk memperkenalkan brand perusahaan.

Padahal tujuan utama dari pembuatan UX design adalah berfokus pada pengguna.

Terlalu Banyak Pilihan Kepada User

Memberikan terlalu banyak pilihan kepada pengguna akan membuat mereka bingung untuk menentukan pilihan, terlebih terdapat pilihan yang tidak memiliki relevansi dengan kebutuhan mereka.

Selain itu, hal ini akan membuat pengguna harus berpikir lama untuk membuat pilihannya.

Terlalu Banyak Pop up

Pop up yang terlalu banyak akan mengganggu aktivitas pengguna. Bukannya malah mendapatkan informasi yang mereka butuhkan, mereka akan cenderung sibuk untuk menutup pop up.

Lebih berfokus pada tampilan daripada Fungsi

Tampilan yang indah tentu akan menarik perhatian pengguna. Namun apa artinya jika web atau aplikasi hanya memiliki visual indah namun tidak memiliki fungsi yang jelas?

Sebagai seorang UI UX tentunya kamu harus dapat memberikan visual menarik dan fungsi sesuai dengan kebutuhan pengguna. Karena tujuan utama dalam pembuatan design adalah untuk menjawab semua kebutuhan pengguna.

Navigasi yang sulit di Pahami

Navigasi antara website dan aplikasi akan cenderung berbeda. Sebagai seorang UI UX design tentunya kamu harus dapat membuat navigasi berbeda antara web dan aplikasi.

Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah pengguna dalam penggunaannya sesuai dengan kebiasan pengguna dalam mengaksesnya masing-masing.

Perintah yang kurang jelas

Perintah yang kurang jelas akan membuat pengguna sulit untuk melakukan aktivitas saat menggunakan web atau produk.

Maka sangat penting untuk memberikan penjelasan terkait perintah dalam elemen-elemen di  aplikasi atau web.

Tidak menggunakan Icon yang universal

Gambaran icon yang baru atau tidak umum akan membuat bingung pengguna saat menggunakan aplikasi atau web.

Hal ini akan membuat pengguna memilih meninggalkan aplikasi atau web.

Tidak Responsif

Design UX yang tidak responsif akan berpengaruh pada penjualan produk. Padahal situs atau web yang responsif akan membantu pengguna untuk mencari kebutuhan yang diinginkan.

Jika design sudah responsif, maka pengguna akan merasa nyaman saat menggunakan produk dan akan betah untuk berlama-lama di web atau aplikasi.

Ketidak jelasan antara UI dan UX

Dalam dunia pekerjaan, masih sering ditemukan kesalahan tentang kapan saatnya mengoptimasi antara UI dan UX.

UX memiliki fokus untuk memberikan kenyamanan terhadap pengguna saat menggunakan produk. Sedangkan UI berfokus pada pembuatan interface yang menarik.

Terlalu mengikuti trend

Terlalu mengikuti trend akan membuat beberapa pengguna merasa bingung, karena beberapa hal merupakan baru bagi mereka.

Tren yang ada belum tentu dapat memberikan manfaat dan efisiensi produk.

Tidak mengetahui konten dan tujuan Halaman

Konten dan tujuan halaman akan memberikan kesan bagi pengguna saat menggunakan produk.

Tanpa adanya konten dan halaman tujuan, maka design produk hanyalah kombinasi warna dan tata letak yang tidak memiliki arti dan fungsi yang jelas.

Tidak Melakukan Research

Sangat penting bagi UI UX designer untuk melakukan riset terlebih dahulu sebelum membuat design.

Hal ini tentu akan membantu proses mendesain seperti mendapatkan inspirasi, mengetahui kebutuhan pengguna, mengetahui permasalahan yang akan dihadapi, dan untuk mengetahui pesaing produk.

Tidak memperdulikan apa yang user butuhkan

Design yang dibuat sesuai dengan keinginan diri sendiri tidak akan memberikan kepuasan pengguna.

Padahal tujuan membuat design adalah untuk memberikan kenyamanan dan fungsi sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pengguna.

Setelah memahami apa saja kesalahan UX design yang sering terjadi di lapangan akan membuat kamu berhati-hati saat membuat design untuk menghindari terjadinya kesalahan.

Sebelum terjun ke pekerjaan di bidang UI UX designer, alangkah lebih baik jika kamu memiliki bekal yang cukup.

Kamu dapat membaca artikel mengenai UI UX seperti 7 Tips Belajar UI UX Design Wajib Diketahui Pemula. Selain itu kamu juga dapat mengikuti kursus untuk lebih memahami UI UX design di Arkademi.

Untuk mendapatkan informasi selengkapnya tentang kelas UI UX design, kamu dapat klik banner dibawah ini.

Kursus Belajar UI UX untuk pemula

Tag

Rekomendasi