1. Home
  2. Persiapan Kerja
  3. Contoh CV UI UX Designer dan Cara Membuatnya (Panduan UI UX)

Contoh CV UI UX Designer dan Cara Membuatnya (Panduan UI UX)

Persiapan Kerja

Menyusun CV menjadi langkah terpenting sebelum melamar pekerjaan. Karena CV merupakan dokumen yang akan memperkenalkan dan mempromosikan diri kamu terhadap perusahaan yang kamu tuju.

Mungkin akan terlintas dipikiranmu apa saja yang harus dicantumkan dalam CV UI UX Designer.

Pertanyaan tersebut mungkin berupa, apa saja yang kamu harus tuliskan dalam CV? Apa saja skill yang harus kamu cantumkan? Bagaimana cara mendesain CV agar terlihat lebih menarik tapi tidak berlebihan?

Berikut adalah apa saja yang harus dicantumkan di dalam CV dan contoh CV UI UX agar kamu lebih mudah untuk membuat CV dirimu sendiri.

Apa Itu CV UI UX

CV (Curriculum Vitae) UI UX adalah sebuah dokumen yang berisi tentang data diri, skills, pengalaman professional, dan riwayat akademik yang digunakan oleh seseorang untuk melamar kerja di bidang UI UX.

Sebagai pelamar kerja di bidang UI UX, tentunya kamu harus memiliki skills yang sesuai dengan apa yang dicari oleh perusahaan yang dituju.

UI UX designer merupakan pekerjaan yang memiliki tanggungjawab atas kepuasan pengguna saat menggunakan produk.

UI/UX designer akan memastikan setiap langkah dari penggunaan web atau aplikasi jelas dan efisien.

Sebagai seorang UI UX designer, kamu harus bisa untuk memainkan warna, membuat design menarik, memastikan design yang dibuat akan terasa mudah dan nyaman saat digunakan.

Kamu juga harus mengetahui job description seorang UI/UX untuk dapat memaksimalkan skills yang akan dicantumkan di CV.

Dengan demikian, kamu dapat membangun CV yang sesuai dengan kualifikasi perusahaan dan dapat memperluas langkah karir di bidang UI UX Designer.

Kenapa CV UI UX Penting

CV merupakan dokumen yang memungkinkan pelamar mendapatkan perhatian khusus dari recruiter. Lantas, bagaimana cara membuat CV UI UX yang baik?

1. Menjelaskan Skill dan Keterampilan

CV harus mampu memberikan informasi dengan jelas tentang skill, pengalaman, hingga kualifikasi profesional relevan yang kamu miliki untuk dapat mengisi posisi sebagai UI UX Designer. CV akan membantu kamu untuk memperkenalkan diri kepada recruiter.

Sebagai UI UX Designer kamu dituntut harus menguasai tools UI UX Design seperti Marvel, Adobe XD, Sketch, dan lain-lain.

Sebagai UI UX Designer kamu juga harus bisa berkomunikasi dengan baik dan mampu untuk memberikan solusi. Pastikan CV kamu sudah sesuai kualifikasi terkait dengan profesi UI UX Designer.

Baca Juga: UI UX Designer : Pengertian, Skill, Tugas hingga Prospek Karirnya

2. Menarik Perhatian Recruiter untuk Tahapan Selanjutnya

Sangat penting untuk membuat CV UI UX yang dapat menarik perhatian recruiter.

Hal ini karena CV merupakan dokumen yang akan memberikan informasi lengkap tentang diri kamu sekaligus akan memberi “first impression” recruiter terhadap calon kandidat.

Maka, CV harus dibuat semenarik mungkin untuk dapat memberikan kesan yang baik dan dapat menjadi bahan pertimbangan recruiter untuk menilai apakah kamu merupakan kandidat yang sesuai dengan perusahaan yang kamu lamar.

Jika CV kamu dianggap telah sesuai dengan kualifikasi, maka kamu akan lanjut ke tahap selanjutnya berupa tahap wawancara.

3. Mempromosikan Diri sebagai Orang yang Tepat

Untuk dapat mempromosikan diri kepada recruiter, kamu dapat menonjolkan skills, pengalaman kerja  yang berkaitan dengan UI UX, dan pencapaian yang pernah diraih.

Dengan menuliskan hal-hal tersebut, semakin besar kemungkinan kamu akan lanjut ke tahap selanjutnya dalam proses rekrutmen.

Struktur CV UI UX

Adapun struktur dari CV UI UX Designer yang baik adalah didalamnya berisikan :

Struktur yang harus ada dalam CV UI UX Designer

#1. Data Diri

Pada bagian data diri, tuliskan nama lengkap, tempat tinggal, email, nomor telepon yang bisa dihubungi, hingga LinkedIn ataupun portofolio.

Pastikan juga alamat email yang kamu gunakan profesional dan nomor telepon yang dicantumkan aktif.

#2. Summary

Summary CV UI UX Designer

Summary merupakan profil singkat tentang siapa diri kamu. Maksimalkan bagian summary dengan menuliskan poin-poin berupa skill, prestasi, pengalaman yang pernah kamu lakukan.

#3. Riwayat Pekerjaan

Work Experience atau pengalaman kerja UI UX Designer dalam CV

Dalam riwayat pekerjaan kamu harus menuliskan dimana kamu bekerja, posisi, lama waktu bekerja, dan deskripsi singkat tentang apa saja tugas, tanggungjawab, dan pencapaian yang telah kamu raih saat bekerja.

Kamu dapat menuliskan deskripsi pekerjaan dengan menggunakan kalimat aktif. Kemudian, pastikan untuk menuliskan riwayat pekerjaan yang relevan dengan posisi yang kamu lamar saat ini.

#4. Skills

Skill UI UX Designer

Skills menjadi daya tarik penting bagi pelamar saat melamar pekerjaan. Hal ini karena skills akan menjadi bahan pertimbangan suatu perusahaan untuk dapat mempekerjakan kamu.

Kamu dapat menuliskan hard skills dan soft skills relevan dengan profesi UI UX  yang kamu miliki.

Berikut ini adalah skill yang relevan dan bisa kamu cantumkan untuk portofolio sebagai UI UX Designer :

Soft Skill : Komunikasi, Empati, Belajar hal baru, Berfikir Kritis, Problem Solving, Time management

Hardskill : UX Writing/Writer, Menguasai Tools Design, Mampu melakukan riset, Membuat Desain, Membuat Wireframe dan prototype, Melakukan pengolahan data, User Testing

#5. Pendidikan dan Pelatihan

pendidikan dalam CV UI UX Designer

Pada bagian pendidikan, kamu dapat menuliskan jenjang pendidikan terakhir yang telah kamu tempuh. Misalnya dengan menuliskan gelar, universitas, dan lokasi dimana kamu menempuh pendidikan.

Sedangkan untuk pelatihan, kamu dapat mencantumkan dimana kamu melakukan pelatihan UI UX Designer dan kamu juga dapat menyertakan sertifikat dari pelatihan tersebut.

#6. Penghargaan atau Sertifikasi

Manfaatkanlah bagian ini sebagai nilai plus dirimu dimata recruiter. Cantumkan nama penghargaan, tahun mendapatkannya, dan institusi yang memberikan penghargaan tersebut.

Tips Membuat CV UI UX

Untuk membuat CV yang menarik, terdapat beberapa tips yang dapat kamu ikuti antara lain :

#1. Cari Referensi dan Inspirasi

Sebelum membuat CV UI UX,  kamu dapat mencari referensi CV berkaitan dengan posisi yang kamu lamar. Referensi CV tersebut dapat memberikan inspirasi tentang design, layout, keyword, skills, hingga informasi apa saja yang harus dicantumkan dalam CV.

#2. Perhatikan Layout dan Desain

Buatlah CV dengan tata letak yang baik dan desain dengan warna yang tidak mencolok. Meskipun CV UI UX menggunakan design kreatif, sangat penting bagi kamu untuk memilih layout yang dapat memberikan informasi penting kepada recruiter.

#3. Singkat dan To the Point

Meskipun CV berisikan tentang data lengkap diri kamu, pastikan CV yang kamu buat tidak bertele-tele. Recruiter hanya memiliki waktu singkat dalam me-review CV dari para kandidat. Maka, sangat penting bagi kamu untuk membuat CV dengan menuliskan poin-poin menarik.

Kursus Belajar UI UX untuk pemula

Kesalahan Membuat CV yang Sering Dilakukan

Sebelum membuat CV, pastikan kamu untuk memperhatikan poin-poin yang kamu tuliskan. Adapun kesalahan yang sering dilakukan saat pembuatan CV dan bisa kamu hindari adalah sebagai berikut.

#1. Kalimat terlalu Panjang

CV yang ideal biasanya hanya memiliki satu hingga dua lembar halaman. Jika lebih dari itu, CV yang dibuat belum tentu dapat menyajikan informasi yang efektif.

Halaman yang terlalu banyak akan membuat CV kamu tidak dilirik oleh recruiter, hal ini karena mereka hanya memiliki waktu singkat untuk me-review CV kandidat.

#2. Kesalahan Penulisan

Kesalahan penulisan menjadi kesalahan yang sering terjadi dalam menulis CV.

Banyak sekali pelamar pekerjaan tidak sadar bahwa CV yang mereka kirimkan ke perusahaan yang dituju typo.

Terjadinya typo memiliki pengaruh besar oleh recruiter. Kemungkinan kamu dianggap sebagai kandidat yang tidak teliti dalam melakukan suatu pekerjaan.

#3. Menulis Informasi Terlalu Banyak

Sama halnya seperti tidak boleh menuliskan kalimat terlalu panjang, informasi yang terlalu banyak justru akan membuat CV tidak efektif. Pastikan untuk membuat CV sesuai dengan relevansi posisi yang kamu lamar.

#4. Layout tidak menarik

Layout juga menjadi poin penting saat membuat CV. Layout yang tidak menarik cenderung akan memberikan kesan yang membosankan kepada recruiter.

Contoh CV UI UX

Setelah memahami bagaimana cara membuat CV UI UX Designer, berikut contoh CV UI UX Designer yang baik.

 

Contoh CV UI UX Designer

Contoh CV UI UX Designer milik Armansya Hakim dari Cakeresume

Sebelum melamar pekerjaan sebagai UI UX Designer, pastikan kamu telah memiliki bekal pengetahuan dan skill terkait dengan UI UX. Kamu bisa belajar UI UX Designer di Arkademi.

 

Tag

Rekomendasi