1. Beranda
  2. Keselamatan Kerja
  3. Mengenal Rencana Proses Produksi dan Keselamatan Kerja

Mengenal Rencana Proses Produksi dan Keselamatan Kerja

Rencana proses produksi dan keselamatan kerja
Keselamatan KerjaPengembangan Karier

Produksi merupakan kegiatan teratur yang dilakukan oleh suatu bisnis. Untuk melakukan produksi, tentunya harus diperlukan strategi, rencana proses produksi dan keselamatan kerja agar proses produksi berjalan dengan lancar.

Adanya strategi produksi akan membantu manufaktur untuk menghemat pengeluaran, waktu, hingga tenaga kerja. Lantas, apa yang dimaksud dengan rencana proses produksi dan keselamatan kerja? Selengkapnya simak artikel di bawah ini.

Definisi Rencana Proses Produksi dan Keselamatan Kerja

Rencana produksi adalah seluruh aktivitas yang dilakukan untuk merancang strategi produksi barang maupun jasa. Aktivitas tersebut meliputi perencanaan konsep bentuk barang, ukuran, jenis barang, dan jumlah barang yang akan diproduksi. Selain itu, inovasi serta desain produk juga menjadi aktivitas perencanaan.

Sedangkan keselamatan kerja adalah segala upaya yang dilakukan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. Sehingga dapat mencegah atau mengurangi terjadinya kecelakaan kerja, cedera, atau penyakit yang timbul akibat kelalaian saat bekerja yang akan mengganggu produktivitas kerja.

Upaya yang dilakukan meliputi menyediakan alat perlindungan diri, memberikan pelatihan dan pemahaman keselamatan kerja, serta menetapkan prosedur kerja yang aman.

Rencana proses produksi dan keselamatan kerja merupakan hal yang harus berjalan selaras.

Proses produksi tidak akan berjalan lancar jika keselamatan kerja bukan prioritas utama. Maka, keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama dalam proses produksi, perhitungkanlah risiko-risiko yang mungkin terjadi dalam proses produksi.

Baca juga: 5 Alasan Pentingnya Sertifikasi K3 Umum

Tahapan Dalam Rencana Proses Produksi

Rencana proses produksi dan keselamatan kerja

Perencanaan proses produksi yang rapi akan menghasilkan kualitas produk yang baik. Berikut merupakan tahapan perencanaan proses produksi yang umum digunakan : 

Routing (pengaturan proses)

Tahapan perencanaan yang pertama adalah routing. Routing merupakan proses untuk menentukan jalur kemana saja bahan mentah akan diproses menjadi bahan jadi. Fungsi dari tahapan ini adalah untuk mengatur waktu pada setiap tahapan dan menggambarkan urutan aktivitas yang jelas, hingga durasi proses produksi.

Tahapan ini akan lebih berfokus pada kuantitas dan kualitas material yang akan digunakan, sumber daya yang terlibat, proses operasional, dan tempat produksi. Jika seluruh proses produksi berjalan dengan benar dan sesuai dengan rencana, maka hasil produksi yang dihasilkan akan sesuai dengan ekspektasi bersama.

Perencanaan

Tahapan perencanaan akan berfokus pada kapan waktu pengerjaan produksi akan selesai. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses produksi berjalan sesuai dengan durasi yang telah direncanakan.

Perusahaan akan menggunakan berbagai jenis penjadwalan yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya. Terdapat banyak jenis penjadwalan yang dapat digunakan oleh perusahaan seperti Operation Schedule, Daily Schedule, dan Master Schedule.

Penjadwalan

Penjadwalan merupakan tahap yang akan menunjukkan dokumen waktu yang dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan proses produksi. Hal ini meliputi proses pengelolaan bahan baku hingga menjadi produk jadi.

Penjadwalan harus dibuat dengan cara yang efisien dan realistis dengan memperhitungkan seluruh faktor. Faktor tersebut meliputi proses produksi, ketersediaan bahan baku, dan kapasitas mesin.

Jadwal produksi harus disusun dengan sederhana agar mudah dipahami oleh semua orang yang terlibat dalam proses produksi.

Jadwal produksi yang jelas dan terorganisir akan membantu perusahaan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan mencapai target produksi sesuai dengan apa yang diharapkan. Adapun proses penjadwalan meliputi: 

  • Masalah material produksi, perlengkapan, perkakas
  • Melakukan pencatatan yang baik agar seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai dengan durasi waktu yang telah direncanakan.
  • Mencatat waktu idle mesin
  • Melakukan transfer pekerjaan dari satu proses ke proses lainnya sesuai dengan yang telah direncanakan.
  • Mengurutkan pertanyaan, perintah, serta gambaran untuk memulai pekerjaan.

Baca juga: Mengenal K3 Umum dan Tujuan Keselamatan Kerja bagi Produktifitas Pekerja

Pelacakan atau peninjauan

Pelacakan merupakan langkah terakhir dari perencanaan proses produksi. Pelacakan merupakan proses perangkat kontrol dan berhubungan dengan hasil evaluasi.

Tujuan dilakukan pelacakan adalah untuk menemukan dan memusnahkan produk yang cacat, mengalami keterlambatan, keterbatasan, ataupun masalah lainnya yang terjadi dalam proses produksi.

Tahap ini juga berfungsi untuk mengukur kinerja yang aktual dan mencatat pekerjaan yang menjadi akar penyebab masalah sehingga dapat menemukan solusi dengan cepat.

Seluruh proses perencanaan produksi akan berjalan dengan lancar jika diiringi dengan keselamatan kerja. Setiap pekerja harus memiliki pengetahuan mengenai Keilmuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Memiliki pengetahuan tentang K3 umum akan mengantisipasi terjadinya kecelakaan kerja dan mengurangi kerugian materiil yang dapat terjadi akibat kecelakaan kerja namun juga dapat mendorong produktivitas dan efisiensi kerja.

Arkademi merupakan kursus online yang dapat membantu kamu untuk lebih cepat memahami K3 umum secara cepat. Kursus ini disajikan secara bertahap membahas K3 dari tahap teori substantif hingga praktik, mulai dari dasar-dasar K3, pengendalian risiko, hingga investigasi kecelakaan kerja.

Penyampaian materi langsung pada hal konkret dan dapat diaplikasikan di lingkungan kerja. Selengkapnya mengenai kursus, kamu dapat klik banner berikut.

Rencana proses produksi dan keselamatan kerja

 

Arkademi bisa diakses melalui website dan unduh aplikasinya di Google Play Store maupun iOs, daftarkan dirimu dan langsung dapatkan 20.000 Arkademi Koin dengan tambahan 5.000 koin jika melengkapi data diri. Yuk, tunggu apa lagi?

Rekomendasi