Arkawan, banyak tim HR sudah memakai ChatGPT atau Gemini untuk bantu kerja harian. Namun seringnya kita berhenti di prompt yang terlalu umum, seperti “buatkan email” atau “buat jobdesc”. Hasilnya jadi panjang, kurang relevan, dan tetap butuh banyak revisi.
Di artikel ini, Arkawan akan mendapatkan 10 prompt ChatGPT yang lebih spesifik untuk kerja HR, mulai dari rekrutmen, administrasi, sampai komunikasi internal. Semua prompt di bawah bisa dipakai di ChatGPT maupun Gemini. Tinggal copy, paste, lalu sesuaikan detailnya.
Cara Pakai Prompt di Artikel Ini
Agar hasil AI lebih akurat, biasakan menambahkan 3 hal ini di akhir prompt.
Pertama, konteks singkat tentang perusahaan dan posisi. Kedua, gaya bahasa yang Arkawan mau, misalnya formal atau santai. Ketiga, batasan output, misalnya maksimal 150 kata atau format bullet.
1. Prompt untuk Job Description yang Lebih Jelas
Copy prompt:
“Buat job description untuk posisi [NAMA POSISI] di industri [INDUSTRI]. Tulis dalam bahasa Indonesia yang ringkas dan jelas. Sertakan: tujuan peran, 5 tanggung jawab utama, 5 kualifikasi wajib, 3 nilai tambah, dan 3 indikator sukses 90 hari pertama. Panjang maksimal 250 kata.”
2. Prompt untuk Iklan Lowongan yang Lebih Menarik
Copy prompt:
“Ubah job description berikut menjadi iklan lowongan yang menarik untuk kandidat Indonesia. Gunakan gaya profesional tapi ramah. Sertakan 1 kalimat hook di awal, poin benefit, dan CTA untuk melamar. Berikut jobdesc-nya: [PASTE JOBDESC]. Maksimal 180 kata.”
3. Prompt untuk Screening Pertanyaan Awal
Copy prompt:
“Buat 6 pertanyaan screening awal untuk posisi [NAMA POSISI]. Campurkan pertanyaan pengalaman, skill, dan ketersediaan kerja. Buat jawaban ideal singkat untuk tiap pertanyaan, supaya HR mudah menilai.”
4. Prompt untuk Template Email Undangan Interview
Copy prompt:
“Buat email undangan interview untuk kandidat posisi [NAMA POSISI]. Sertakan: jadwal opsi 2 waktu, durasi interview, lokasi atau link meeting, dokumen yang perlu disiapkan, dan cara konfirmasi. Gaya bahasa sopan dan jelas. Maksimal 170 kata.”
5. Prompt untuk Email Penolakan yang Tetap Sopan
Copy prompt:
“Buat email penolakan kandidat setelah screening CV untuk posisi [NAMA POSISI]. Tulis singkat, sopan, tidak menjatuhkan, dan tetap membuka peluang untuk kesempatan lain. Maksimal 120 kata.”
6. Prompt untuk Menyusun Interview Scorecard
Copy prompt:
“Buat interview scorecard untuk posisi [NAMA POSISI]. Buat 5 dimensi penilaian (contoh: problem solving, komunikasi, technical skill, budaya kerja, ownership). Untuk tiap dimensi, buat definisi skor 1 sampai 5 dan contoh indikatornya. Format tabel.”
7. Prompt untuk Merapikan Catatan Interview
Copy prompt:
“Saya akan paste catatan interview yang berantakan. Tolong rapikan menjadi ringkasan 1 halaman dengan struktur: ringkasan kandidat, kekuatan, risiko, contoh bukti, pertanyaan lanjutan, dan rekomendasi (lanjut atau tidak). Berikut catatannya: [PASTE CATATAN].”
8. Prompt untuk Menyusun SOP Rekrutmen Versi Ringkas
Copy prompt:
“Buat SOP rekrutmen versi ringkas untuk perusahaan ukuran [UKURAN PERUSAHAAN] dengan alur: buka lowongan, screening, interview, offering, onboarding. Tulis langkah-langkahnya dalam 10 sampai 12 poin. Sertakan siapa PIC di tiap langkah (HR atau hiring manager).”
9. Prompt untuk Pengumuman Internal yang Rapi
Copy prompt:
“Buat pengumuman internal untuk karyawan tentang [TOPIK], misalnya perubahan jam kerja atau kebijakan baru. Tulis jelas, tidak bertele-tele, dan sertakan bagian QnA singkat 3 pertanyaan umum. Maksimal 200 kata.”
10. Prompt untuk Menyusun Plan 30 Hari Karyawan Baru
Copy prompt:
“Buat rencana onboarding 30 hari untuk posisi [NAMA POSISI]. Bagi per minggu, tuliskan tujuan, aktivitas, dan deliverable. Gunakan format tabel sederhana.”
Batasan Penting Saat HR Memakai ChatGPT dan Gemini
Agar aman, Arkawan perlu memegang satu prinsip. Jangan masukkan data sensitif ke AI umum. Hindari memasukkan data kandidat yang lengkap, seperti nomor telepon, alamat, atau dokumen pribadi. Jika perlu menganalisis kasus, samarkan identitasnya dulu.
Untuk referensi resmi, Arkawan bisa membaca informasi produk dan kebijakan dari penyedia AI seperti OpenAI dan Google. Ini membantu memahami batasan penggunaan dan praktik aman saat bekerja dengan AI.
Penutup: Prompt Membantu Cepat, Sistem Membantu Rapi
Prompt yang tepat membuat HR lebih cepat menulis dan merapikan dokumen. Namun ketika proses rekrutmen sudah melibatkan banyak kandidat dan banyak pengambil keputusan, tantangannya berubah. HR butuh alur kandidat yang rapi, penilaian yang konsisten, dan jejak keputusan yang bisa ditinjau ulang.
Jika Arkawan ingin rekrutmen yang lebih terstruktur, Arkawan bisa mencoba LUNA AI Arkademi. LUNA membantu screening kandidat, menyimpan scorecard interview, dan mendokumentasikan proses rekrutmen dalam satu sistem.