Menjadi Spesialis atau Generalis, Mana Yang Lebih Baik?

Perubahan iklim dunia kerja saat ini menuntut setiap orang memiliki kemampuan tertentu atau spesialis dan kemampuan di berbagai bidang atau generalis. Mana yang akan Anda pilih. Simak uraian berikut ini agar Anda paham perbedaannya

Anda bisa memiliki pengetahuan yang mendalam terkait suatu bidang namun tak menutup kemungkinan untuk memahami area bisnis lain.

Secara umum, orientasi karir seseorang dapat dikategorikan menjadi dua kelompok, yakni generalis dan spesialis. Dua kategori ini mungkin sering membuat seseorang bingung, terutama saat ia mulai menjalani pekerjaan-pekerjaan pertamanya. Apakah saat ini Anda merasa demikian? Tenang, Anda tidak sendiri.

Dalam praktiknya pun, walaupun mungkin Anda sudah merasa yakin untuk memilih antara generalis dan speliasis, tetap ada risiko Anda akan ragu dengan pilihan di tengah perjalanan. Namun pertanyaannya, apakah kita memang harus memilih antara generalis dan spesialis? Simak pembahasan berikut ini.

 

Apa itu generalis dan spesialis?

 

Kamus Merriam-Webster mendefinisikan generalis sebagai, “a person who knows something about a lot of subjects.” Sementara itu, situs The Generalist mengartikan generalis sebagai, “A generalist is a person whose knowledge is dispersed over a wide range of subjects.” Cukup jelas bahwa dari kedua definisi tersebut, generalis merujuk pada seseorang yang memiliki pengetahuan pada banyak subjek atau bidang. Lain halnya dengan spesialis. Masih dari Merriam-Webster, spesialis adalah seseorang yang memiliki pengetahuan dan skill yang spesial berkaitan dengan pekerjaan dan area keilmuan tertentu.

 

Mana yang lebih baik antara generalis dan spesialis?

 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ternyata tidak ada yang lebih baik di antara spesialis maupun generalis. Malahan, di tengah dunia dan industri yang terus berkembang, kamu lebih disarankan untuk menjadi kandidat yang fleksibel.

Artinya, Anda perlu menyesuaikan kebutuhan perusahaan dalam mencari karyawan – apakah mereka cenderung mencari seorang spesialis ataupun generalis. Perusahaan sebenarnya membutuhkan kedua kelompok ini, sehingga Anda dituntut untuk bisa menjadi spesialis maupun generalis tergantung kondisi dan pekerjaan yang dilamar.

Menurut Cleverism, iklim pekerjaan di masa mendatang akan lebih membutuhkan pendekatan lain, yakni generalizing-specialist vs specializing-generalist. Definisi kedua kategori tersebut yakni sebagai berikut:

  • Seorang generalizing-specialist merupakan individu yang memulai karir sebagai seorang generalis. Namun, ia ternyata juga membuktikan memiliki ‘pengetahuan’ mendalam di suatu bidang.
  • Seorang specializing-generalist merupakan individu yang memiliki pengetahuan mendalam di satu bidang. Namun, ia juga memiliki ‘pemahaman’ pada di area lain.

 

Perusahaan di masa depan akan membutuhkan kedua kemampuan di atas. Dengan begitu, alih-alih kamu memihak pada satu kategori, menagapa tak mencoba menyatukan keduanya? Keduanya memberikan nilai berharga untuk perusahaan, karena bisnis juga akan membutuhkan kedua kategori tersebut.

Dengan semakin bergesernya iklim dunia kerja, Anda disarankan untuk bisa membuka diri dan fleksibel dalam menghadapi tantangan dan kesempatan. Anda bisa memilih passion atau hasrat yang paling sesuai dengan diri Anda. Namun, jangan tutup kemungkinan bahwa Anda juga bisa memiliki keahlian di bidang lain.

 

Singkat kata, Anda bisa mempelajari banyak hal namun tidak menutup kemungkinan bahwa Anda memiliki berbagai bakat.

2021-04-06
© 2017-2021 PT Arkademi Daya Indonesia