Mendirikan Perusahaan Rintisan dan Cara Membagi Saham: Belajar dari Drama Korea Start Up

Sudah pernah menonton drama Korea berjudul Start Up? Dari film ini kita belajar tentang mendirikan perusahaan rintisan dan cara membagi saham yang tepat.

Berbicara mengenai perusahaan rintisan atau startup, ada satu Drama Korea berjudul ‘Start Up’ yang sukses menyita perhatian para penggemar K-Drama Indonesia. Drama yang dibintangi oleh Bae Suzy, Kim Seon-ho, Nam Joo-hyuk, dan Kang Han-Na ini sukses menyajikan akting serta alur cerita menarik yang membuat ketagihan.

Tak hanya itu, drama yang ditayangkan sejak 17 Oktober 2020 di Netflix ini juga menyiratkan banyak ilmu dan pesan penting terkait dunia bisnis utamanya startup. Sesuai judulnya, film ini menceritakan tentang lika-liku dan perjuangan sekelompok anak muda dalam mempertahankan bisnis yang baru dirintisnya. Sebuah tema tayangan yang sangat cocok untuk para generasi milenial saat ini.

Dalam drama ini, diceritakan tentang sekelompok pemuda yang mendirikan perusahaan startup dengan nama Samsan Tech. Perusahaan tersebut bergerak di bidang pengembangan teknologi  Artificial Intellegence (AI), sehingga membutuhkan banyak inovasi guna menarik investor.

Jika mengacu pada definisi, startup sendiri diartikan sebagai bisnis rintisan yang masih dalam tahap berkembang serta menemukan pasar. Umumnya, bisnis ini memang beroperasi di bidang teknologi, meski tak sedikit yang juga mencakup bidang lain, seperti; ekonomi, pendidikan, hiburan, pertanian, dan lainnya.

Disadari atau tidak, nyatanya tayangan K-Drama ini pada akhirnya juga bisa memotivasi para anak muda untuk tidak takut memulai sebuah bisnis. Meski memang, dibutuhkan berbagai kesiapan yang matang agar bisnis bisa berjalan dan berkembang.

Mendirikan Start Up

Mendirikan perusahaan Startup memang bukan pekerjaan yang mudah. Setidaknya, ada beberapa proses, tahapan, dan strategi yang harus disiapkan. Langkah pertama, Anda harus menemukan ide bisnis yang nantinya harus dikelola dengan kreatif nan inovatif agar bisa bersaing di pasaran.

Kemudian, sebelum Anda mewujudkan ide bisnis tersebut, lakukan analisis pasar dan untung rugi mengingat aktivitas ini pasti juga tak bisa lepas dari risiko. Penting pula untuk memperhatikan serta menentukan target pasar, agar bisnis lebih terarah.

Langkah yang tak kalah penting adalah membentuk tim yang solid dan kompeten. Di sini, penting bagi Anda untuk menempatkan anggota tim sesuai kemampuan dan kompetensinya agar pekerjaan bisa maksimal. Hal ini tentu penting mengingat perusahaan yang baru berdiri pasti membutuhkan pondasi yang kokoh.

Startup dan Pembagian Saham

Nyatanya, dalam sebuah bisnis, tak hanya urusan modal, pasar, inovasi, dan strategi yang harus diperhatikan, tetapi juga tentang saham. Karena bagaimanapun, salah satu tujuan  berbisnis adalah mendapatkan keuntungan, tidak hanya bagi pelaku usaha tetapi juga bagi semua pihak di dalamnya termasuk pemodal atau investor. Untuk itulah, membagi saham adalah hal lumrah sebagai feedback perusahaan terhadap para investor.

Lalu, bagaimana sistem pembagian saham perusahaan sekelas startup yang notabenenya baru berdiri?

Sebelum membahas tentang saham, penting bagi startup untuk menghitung dengan cermat jumlah modal yang diperlukan. Mulai dari biaya awal, biaya produksi, operasional tahun pertama, serta nilai investasi peralatan. Kemudian, tentang dari mana modal itu berasal. Apakah dari uang pribadi pendiri startup atau berasal dari pemodal/investor. Ketika sumber dana dari investor atau pemodal lebih besar, maka perusahaan wajib memberikan feedback berupa saham yang besarannya berbanding lurus dengan jumlah modal yang diberikan.

Dalam prosesnya, membagi keuntungan saham ini harus didasarkan pada ketentuan perusahaan serta hasil penjualan yang diperoleh selama satu periode tertentu. Kemudian, perusahaan wajib melaporkan dan membaginya di akhir periode melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Tidak lupa pula pemototangan pajak bagi perusahaan dan karyawan yang wajib dibayarkan.

Nah, pada kenyataannya mendirikan sebuah bisnis, termasuk soal administrasinya memang bukan perkara mudah. Dibutuhkan pengetahuan serta kemampuan khusus sebagai bekal menjalankan roda bisnis, agar tidak salah langkah dan akhirnya merugi.

Tak perlu bingung, kini Anda bisa mendapatkannya melalui kursus bisnis online yang diselenggarakan oleh Arkademi. Di sini, Anda akan belajar mulai dari prinsip-prinsip dasar hingga teknis administrasi pendirian startup. Tak hanya itu, materi juga meliputi cara menghitung modal dasar, mencari investor startup, cara membagi saham, dan lainnya. Yang jelas, di sini, Anda akan dilatih secara teknis untuk bisa menjadi founder startup yang kompeten.

Jadi, tidak perlu ragu lagi, bukan?

 

© 2017-2021 PT Arkademi Daya Indonesia