Mencapai Keberhasilan Proyek dengan Menerapkan Metode Scrum

Metode Scrum menjadi salah satu tren dalam manajemen proyek selama beberapa tahun ini—dan diyakini akan terus digunakan di masa mendatang. Kenali apa yang dimaksud Scrum dan cara kerjanya lewat ulasan ini

Setiap proyek selalu memiliki permasalahan tersendiri. Terlepas dari tingkat kompleksitasnya, permasalahan tersebut perlu diselesaikan dengan cepat dan tepat—terutama agar dapat memenuhi tenggat waktu yang telah dibuat dan disepakati. Dalam menemukan solusi tepat dan cepat itulah yang biasanya menjadi tantangan tersendiri.

Selama beberapa tahun terakhir, muncul metode bernama Scrum yang diimplementasikan untuk menjawab tantangan tersebut. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Scrum? Bagaimana cara kerjanya? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, simak ulasan di bawah ini.

Pengertian dan Asal Mula Scrum

Scrum merupakan sekumpulan cara yang dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan metode Agile. Agile sendiri merujuk pada seperangkat teknik dan praktik yang didasarkan pada nilai serta prinsip yang diungkapkan dalam Agile Manifesto.

Dalam bahasa lain, metode Scrum dapat diartikan sebagai kerangka kerja yang diadaptasi untuk mengimplementasi pengembangan Agile. Adapun elemen penting dalam metode ini mencakup kolaborasi, pengorganisasian yang dilakukan sendiri oleh tiap anggota tim, dan tim yang lintas fungsi.

Kendati terkesan heboh selama beberapa tahun terakhir terutama dalam kelompok startup, Scrum sebenarnya sudah diperkenalkan sejak tahun 1986. Artikel bertajuk The New New Product Development Game yang dipublikasikan oleh Harvard Business Review tahun 1986, memaparkan hasil survei Takeuchi dan Nonaka pada beberapa perusahaan besar Jepang seperti Honda, Fuji Xerox, Canon, dan 3M. Adapun survei tersebut dilakukan guna mengetahui bagaimana perusahaan-perusahaan tersebut membuat produk baru dengan kualitas yang sangat bagus dan berhasil sukses.

Cara Kerja Scrum

Setidaknya ada lima tahap yang perlu Anda lakukan saat mengimplementasikan metode Scrum seperti berikut ini.

Menentukan Tim

Langkah awal yang harus Anda lakukan dalam setiap proyek adalah dengan menentukan tim. Anda bebas menentukan siapa yang akan menjadi anggota dan membantu Anda menyelesaikan proyek. Namun satu hal yang pasti dalam metode Scrum adalah dengan menerapkan efektivitas dan efisiensi.

Biasanya anggota tim berjumlah antara 5 hingga 10 orang. Pastikan bahwa orang-orang yang Anda pilih memang berkualitas dan mampu menyelesaikan tanggung jawab secara efektif dan efisien. Hindari terlalu banyak memiliki anggota tim.

Menentukan Waktu Pengerjaan

Ada istilah yang lazim dikenal dalam sebuah manajemen proyek: sprint. Sprint adalah serangkaian aktivitas yang harus dilakukan untuk menyelesaikan sebuah isu khususnya dalam hal penciptaan produk baru.

Tentukanlah jangka waktu sprint untuk menyelesaikan isu tersebut. Umumnya, sprint berlangsung antara 7 sampai 30 hari, tergantung dari kompleksitas masalah.

Memetakan Peran Tiap Anggota Tim

Struktur tim diperlukan untuk membatasi dengan jelas ranah dan tanggung jawab masing-masing anggota tim. Dengan begitu, peran tiap individu tidak akan tumpang tindih sehingga pekerjaan dapat lebih cepat selesai.

Beberapa peran yang umum ada di dalam sebuah manajemen proyek adalah scrum master (project manager) untuk memastikan proyek berjalan dengan lancar dan sesuai, product owner untuk memastikan produk yang dihasilkan sesuai dengan kualitas yang ditargetkan, dan development team untuk mengerjakan tugas-tugas yang diperlukan.

Mengumpulkan Berbagai Permasalahan

Tahap ini biasa disebut dengan backlog, yakni mengumpulkan berbagai hal yang diperoleh di lapangan. Setelah backlog tersusun, selanjutnya disusun prioritas pengerjaannya.

Memulai Sprint

Jika empat tahap metode Scrum tersebut terpenuhi, kini saatnya untuk mulai menjalankan sprint. Perlu diperhatikan, bukan tidak mungkin Anda akan menemukan backlog lainnya. Apabila hal ini terjadi, maka komunikasikan dengan product owner untuk menentukan apakah backlog tersebut dapat atau seharusnya diselesaikan pula dalam sprint yang sedang berjalan atau pada sprint berikutnya.

Memahami metode Scrum merupakan salah satu keterampilan yang sangat menjanjikan di masa kini dan mendatang. Karena itu, tak sedikit individu yang juga mengejar sertifikasi menjadi Scrum Master.

 

Arkademi menyediakan fasilitas sertifikasi Scrum Master untuk membantu mengembangkan karir Anda dalam bidang manajemen proyek. Dengan instruktur profesional yang berpengalaman, Arkademi siap membantu Anda menjadi Scrum Master terbaik dan andal.

2021-04-26
© 2017-2021 PT Arkademi Daya Indonesia