Arkawan mungkin pernah merasakan ini. Perusahaan sudah punya HRIS dan karyawan sudah memakai ChatGPT atau Gemini untuk membantu pekerjaan sehari-hari. Namun proses rekrutmen masih terasa berantakan. CV masuk dari berbagai channel dan catatan interview tercecer. Ketika manajemen bertanya, “Kenapa kita pilih kandidat A, bukan B?” jawabannya sulit dijelaskan dengan data.
Di sinilah LUNA AI hadir. Bukan untuk menggantikan HRIS atau melawan ChatGPT, tetapi untuk mengisi celah penting di tengah: mengubah proses rekrutmen yang tadinya mengandalkan feeling menjadi proses yang terdokumentasi, bisa diaudit, dan didukung AI.
Artikel ini merangkum gambaran besar LUNA AI untuk HR dan stakeholder perusahaan di Indonesia. Kita akan melihat masalah apa yang LUNA selesaikan, bagaimana cara kerjanya, dan kenapa HRIS dan AI umum saja tidak cukup.
Masalah Rekrutmen yang Tidak Terselesaikan oleh HRIS dan ChatGPT
Di lapangan, ada beberapa masalah rekrutmen yang tidak terselesaikan oleh HRIS dan ChatGPT.
HRIS adalah tulang punggung data karyawan: absensi, payroll, benefit, dan administrasi. ChatGPT dan Gemini membantu HR menulis jobdesc, merapikan email, dan membuat presentasi. Namun dalam praktiknya, proses rekrutmen masih sering menyisakan dua masalah besar: data kandidat berantakan dan keputusan sulit dijelaskan.
CV datang dari banyak channel dan tersimpan di berbagai file, sementara catatan interview tersebar di chat atau dokumen pribadi. Ketika manajemen bertanya kenapa kandidat tertentu dipilih atau ditolak, jawaban sering kembali ke “feeling cocok” tanpa bukti terstruktur. HRIS tidak dirancang untuk mengelola detail proses rekrutmen tersebut, dan ChatGPT hanya mengurus teks, bukan alur kandidat dari awal sampai akhir. LUNA AI fokus merapikan titik ini.
Apa Itu LUNA AI untuk Rekrutmen
Secara sederhana, berikut gambaran apa itu LUNA AI dan fokus utamanya dalam rekrutmen.
Secara singkat, LUNA AI adalah sistem rekrutmen berbasis AI yang membantu HR dan hiring manager di Indonesia:
- menyimpan data kandidat secara terstruktur per lowongan,
- melakukan screening awal dengan bantuan AI,
- mendukung penilaian interview yang konsisten,
- menyimpan jejak keputusan rekrutmen (audit trail).
LUNA tidak menggantikan HR, tidak juga mengambil alih HRIS. LUNA menjadi “lapisan keputusan” di antara keduanya: memanfaatkan AI untuk membantu menilai kandidat, sambil memastikan setiap langkah rekrutmen tercatat dengan rapi.
HRIS, ChatGPT, dan LUNA: Peran yang Saling Melengkapi
Jika dilihat sebagai satu gambar besar, HRIS, ChatGPT, dan LUNA AI masing-masing punya peran yang saling melengkapi.
Supaya mudah dibayangkan, Arkawan bisa melihat peran masing-masing seperti ini:
- HRIS menyimpan data karyawan setelah mereka join: kontrak, payroll, absensi.
- ChatGPT dan Gemini membantu HR menulis: iklan lowongan, email, pengumuman, draft kebijakan.
- LUNA AI mengelola perjalanan kandidat dari pertama kali melamar sampai keputusan akhir.
Dengan kombinasi ini, HR punya alur yang lebih utuh: dari iklan lowongan, proses seleksi, sampai karyawan resmi masuk ke sistem HRIS.
Cara Kerja LUNA AI dalam Proses Rekrutmen
Berikut gambaran singkat cara kerja LUNA AI dalam proses rekrutmen sehari-hari.
Secara sederhana, LUNA membantu HR dalam tiga hal utama:
- Semua kandidat di satu tempat
Semua pelamar posisi tertentu tercatat di LUNA, sehingga HR dan hiring manager melihat daftar yang sama dan tidak ada kandidat yang “hilang di jalan”. - Screening dan penilaian lebih terarah
LUNA membantu screening awal berdasarkan kriteria yang disepakati dan menyimpan skor serta catatan interview di satu sistem. - Jejak keputusan yang jelas
Setiap langkah dan keputusan rekrutmen tersimpan sehingga beberapa bulan kemudian HR tetap bisa menjelaskan proses kepada manajemen dengan data.
Manfaat LUNA AI untuk HR dan Manajemen
Dari sudut pandang HR dan stakeholder, ada beberapa manfaat utama yang bisa dirasakan ketika menggunakan LUNA AI.
Bagi HR dan manajemen, LUNA memberikan beberapa manfaat kunci: proses rekrutmen lebih cepat karena screening awal terbantu AI, transparansi lebih baik karena setiap keputusan memiliki jejak yang jelas, dan data rekrutmen bisa dipakai untuk evaluasi channel serta perbaikan proses. Kolaborasi HR dan hiring manager juga menjadi lebih mudah karena semua pihak melihat data yang sama dan berdiskusi dengan dasar yang jelas. Di banyak perusahaan, manfaat ini sulit dicapai hanya dengan HRIS dan tools AI umum.
Contoh Singkat Satu Siklus Rekrutmen dengan LUNA
Sebagai ilustrasi, bayangkan satu siklus rekrutmen yang dijalankan tanpa LUNA dan dengan LUNA.
Tanpa LUNA, CV masuk lewat email, job portal, dan DM lalu digabung manual di spreadsheet. File dikirim ke hiring manager, feedback tersebar di berbagai chat, dan sulit ditelusuri ulang.
Dengan LUNA, lowongan diarahkan ke satu alur, kandidat tercatat otomatis, screening awal terbantu AI, penilaian interview diisi langsung di sistem, dan keputusan akhir diambil dengan melihat skor dan catatan yang tersimpan. Setelah proses selesai, HR masih bisa meninjau data tersebut untuk diskusi dan perbaikan ke depan.
LUNA dalam Ekosistem Arkademi
Dalam ekosistem Arkademi yang lebih luas, posisi LUNA terhubung erat dengan pembelajaran dan pengembangan karyawan.
LUNA AI adalah bagian dari ekosistem Arkademi. LUNA membantu perusahaan memilih kandidat yang tepat, sementara course-course di Arkademi membantu mengembangkan kompetensi mereka setelah bergabung. Perusahaan tidak hanya mendapatkan talenta yang cocok di atas kertas, tetapi juga talenta yang terus bertumbuh.
Penutup
Pada akhirnya, tujuan LUNA adalah membantu perusahaan bergerak dari feeling ke data dan dari proses yang berantakan menjadi lebih terstruktur.
HR dan perusahaan tetap membutuhkan HRIS untuk mengelola karyawan, dan tetap bisa memakai ChatGPT atau Gemini untuk membantu menulis. Namun, ketika perusahaan ingin membawa rekrutmen ke level yang lebih terukur dan bisa dipertanggungjawabkan, LUNA AI mengisi ruang yang selama ini kosong.
LUNA membantu mengubah proses rekrutmen dari yang sebelumnya mengandalkan feeling dan file berserakan menjadi proses yang lebih terstruktur, transparan, dan berbasis data.
Kalau Arkawan ingin melihat bagaimana LUNA bisa bekerja di konteks perusahaanmu, langkah paling sederhana adalah mencobanya dalam satu siklus rekrutmen terlebih dulu.