Cara Screening CV Otomatis dengan AI supaya Proses Rekrutmen Lebih Cepat

Screening CV Otomatis dengan AI untuk Rekrutmen
Dari ArkademiHuman Resource

Arkawan yang mengurus rekrutmen pasti pernah merasakannya. Lowongan baru dibuka beberapa hari, CV sudah menumpuk ratusan. Semakin banyak pelamar, semakin besar peluang menemukan kandidat yang tepat, tetapi waktu HR habis hanya untuk membaca CV yang mirip-mirip.

Di titik ini, banyak HR mulai mencari cara screening CV otomatis dengan bantuan AI. Bukan untuk menggantikan penilaian manusia, melainkan untuk menyaring lebih cepat sehingga tim bisa fokus ke kandidat yang paling relevan.

Artikel ini akan membahas cara kerja screening CV otomatis, contoh penerapannya di HR Indonesia, dan kapan sebaiknya menggunakan tools umum seperti ChatGPT/Gemini serta kapan perlu beralih ke sistem khusus seperti LUNA AI Arkademi.

Apa Itu Screening CV Otomatis dengan AI?

Screening CV otomatis adalah proses menyortir CV kandidat dengan bantuan algoritma. AI membantu membaca informasi penting di CV, lalu memberi skor atau label berdasarkan kriteria yang Arkawan tentukan, misalnya:

  • pengalaman minimal,
  • jurusan atau latar pendidikan,
  • skill teknis tertentu,
  • lokasi atau preferensi kerja.

Hasilnya, HR tidak lagi memulai dari tumpukan CV mentah, tetapi dari daftar kandidat yang sudah dikelompokkan: sangat relevan, cukup relevan, dan kurang relevan.

Cara Sortir Ribuan CV Pelamar Otomatis Supaya Cepat

Pertanyaannya, bagaimana cara menyortir CV dalam jumlah besar dengan bantuan AI tanpa mengorbankan kualitas seleksi? Berikut alurnya yang bisa Arkawan adaptasi.

1. Tetapkan kriteria dasar yang jelas

Pertama, duduk bersama hiring manager untuk menentukan kriteria dasar. Misalnya:

  • pengalaman minimal 2 tahun di posisi sejenis,
  • pernah mengelola tim,
  • bisa bekerja dalam shift,
  • wajib menguasai tools tertentu.

Kriteria ini nantinya menjadi acuan sistem AI saat membaca CV.

2. Kumpulkan CV di satu tempat

Selanjutnya, pastikan semua CV masuk ke satu tempat. Hindari CV tercecer di email, chat, dan folder berbeda. Bila perusahaan sudah menggunakan sistem seperti LUNA AI, seluruh pelamar yang mengisi formulir akan tercatat otomatis di dashboard yang sama.

3. Biarkan AI membantu memberi skor awal

Setelah CV terkumpul, AI dapat membantu memberi skor awal berdasarkan kecocokan dengan kriteria. Di LUNA AI, misalnya, HR dan hiring manager dapat melihat ringkasan profil dan skor kecocokan per kandidat sehingga mudah memprioritaskan siapa yang harus dibaca lebih dulu.

AI tidak mengambil keputusan final, tetapi membantu Arkawan menghemat waktu. Dari ratusan CV, tim bisa fokus dulu ke 20–30 kandidat teratas yang paling dekat dengan kebutuhan.

4. Lanjutkan dengan review manusia

Meski proses awal dibantu AI, keputusan tetap di tangan manusia. HR dan hiring manager tetap perlu membaca CV, meninjau pengalaman, dan mempertimbangkan konteks yang tidak selalu terbaca oleh sistem.

Dengan kombinasi ini, proses screening menjadi lebih cepat tanpa menghilangkan kualitas penilaian.

Gimana Cara Memangkas Waktu Proses Rekrutmen Perusahaan?

Tujuan utama screening CV otomatis adalah mengurangi waktu yang terbuang di tahap awal, sehingga keseluruhan proses rekrutmen lebih singkat.

Beberapa langkah praktis yang bisa Arkawan lakukan:

  • ukur rata-rata waktu dari lowongan dibuka sampai shortlist kandidat siap,
  • identifikasi posisi yang paling banyak pelamar dan paling memakan waktu,
  • mulai terapkan screening otomatis di posisi-posisi tersebut lebih dulu,
  • gunakan data dari sistem untuk melihat apakah waktu proses benar-benar berkurang.

Dengan data ini, HR bisa berdiskusi lebih percaya diri dengan manajemen: bukan hanya menyampaikan “proses lebih cepat”, tetapi menunjukkan angka waktu yang benar-benar berkurang.

LUNA AI untuk Rekrutmen

Kapan Pakai ChatGPT atau Gemini, Kapan Pakai LUNA AI?

Sekarang banyak HR yang sudah nyaman memakai ChatGPT atau Gemini untuk membantu pekerjaan harian. Namun, peran AI umum ini berbeda dengan sistem rekrutmen khusus seperti LUNA AI.

ChatGPT dan Gemini cocok untuk:

  • membantu merapikan teks job description,
  • menyusun email undangan interview,
  • membuat template penilaian,
  • merangkum catatan interview yang sudah ada.

Namun, tools tersebut tidak menyimpan seluruh perjalanan kandidat dari awal sampai akhir. ChatGPT tidak dirancang sebagai database kandidat, tidak memiliki audit trail keputusan, dan tidak memantau funnel rekrutmen.

Di sisi lain, LUNA AI berfungsi sebagai sistem rekrutmen berbasis AI. Arkawan bisa:

  • mengumpulkan semua pelamar per lowongan di satu dashboard,
  • melihat skor kecocokan kandidat berdasarkan kriteria,
  • menyimpan penilaian interview secara terstruktur,
  • menelusuri kembali alasan kenapa kandidat A dipilih dan kandidat B tidak.

Keduanya bisa berjalan berdampingan. ChatGPT membantu menulis, sedangkan LUNA membantu mengelola proses rekrutmen secara menyeluruh.

Tips Praktis Menerapkan Screening CV Otomatis di HR

Agar implementasi screening CV otomatis berjalan mulus, beberapa tips ini bisa Arkawan pertimbangkan:

  • Mulai dari satu posisi dengan volume pelamar tinggi, misalnya entry level.
  • Libatkan hiring manager sejak awal agar kriteria yang dipakai AI benar-benar relevan.
  • Jelaskan kepada kandidat bahwa proses dibantu AI, sementara keputusan tetap diambil manusia.
  • Lakukan review berkala terhadap hasil screening. Jika banyak kandidat relevan yang terlewat, sesuaikan kembali kriteria.
  • Simpan contoh kasus sukses sebagai bahan presentasi ke manajemen.

Dengan pendekatan bertahap seperti ini, tim HR tidak merasa “dipaksa” berubah, tetapi melihat sendiri manfaatnya dari satu posisi ke posisi lain.

Penutup: Screening Lebih Cepat, Keputusan Tetap Bisa Dipertanggungjawabkan

Screening CV otomatis dengan AI bukan hanya soal kecepatan. Lebih dari itu, HR mendapatkan proses yang lebih rapi dan data yang bisa ditelusuri. Arkawan tidak lagi mengandalkan ingatan dan file yang berserakan ketika menjelaskan proses rekrutmen kepada manajemen.

Jika perusahaan sudah menggunakan HRIS dan AI umum seperti ChatGPT untuk membantu menulis, langkah berikutnya adalah mempertimbangkan sistem rekrutmen khusus yang bisa menjadi rumah bagi seluruh data kandidat.

Di sinilah LUNA AI Arkademi dapat membantu. LUNA menggabungkan screening dengan AI, penilaian interview yang terstruktur, dan audit trail keputusan dalam satu dashboard yang mudah dipahami HR dan hiring manager.

👉 Coba LUNA AI – Trial 30 Hari + Akses Course Arkademi